Mata Kota

Adhan Dambea : Ada Pasal Yang Terlupakan Terkait Penetapan Tersangka GORR

Mata Gorontalo (Daerah) – Kota Gorontalo, Penetapan awal 4 tersangka perkara mega proyek GORR menuai berbagai pendapat dari seluruh kalangan. Mantan Walikota yang kini terpilih sebagai Anggota Legislatif, Adhan Dambea pun angkat bicara soal mekanisme penetapan tersangka.

Ditemui di kantornya, Adhan menjelaskan bahwa penetapan tersangka terkait kasus GORR harus terus di dalami oleh pihak Kejaksaan Tinggi Gorontalo. Sebab menurutnya kasus yang melibatkan lebih dari 1.100 orang saksi itu sekiranya tak berhenti hanya dengan 4 tersangka saja.

Kepada Mata Gorontalo, Adhan menjelaskan bahwa penetapan 4 tersangka ini baru awal dari seluruh kasus tersebut. Sebab menurutnya, 4 orang tersangka tersebut masih dalam tahapan penyelidikan yang sebelumnya pernah mintai keterangan selaku saksi.

“ Kasus ini belum masuk pengadilan, tersangka belum diperiksa kemarin baru sebatas saksi, namun sebagai tersangka belum,” Terang Adhan.

Dijelaskan pula bahwa dalam penetapan awal ke 4 tersangka kasus GORR masih belum cukup untuk menjelaskan tentang tindakan korupsi yang terjadi pada perkara besar tersebut. Adhan menuturkan bahwa selain 4 tersangka, kiranya juga Kejaksaan Tinggi untuk lebih fokus mengusut alur anggaran pengadaan tanah GORR yang hingga detik ini masih belum jelas serta mengusut aktor intlektual dibalik kasus tersebut.

“ Begitu banyak yang diperiksa hampir 1200 orang diperiksa, kerugian negara 80 milliar lebih, semisalnya apresal diperiksa, PPK diperiksa kan mereka hanya pelaksana tapi uangkan bukan juga sama 4 orang ini, siapa yang mengelola uang,?” Tanya Adhan Dambea.

Selanjutnya, Adhan memaparkan bahwa penetapan 4 tersangka belum sampai final dari kasus itu. Dia menilai bahwa masih ada kemungkinan dalam pengembangan lebih lanjut. Sebab menurutnya belum ada keputusan Pengadilan secara resmi terkait masalah kasus ini.

“ Ibarat Sepak Bola ini baru babak penyisihan, bukan babak Final. Artinya belum masuk pengadilan kecuali sudah ada hasil putusan pengadilan resmi bahwa hanya ini yang terhukum, ” Papar Adhan Dambea.

Dambea dalam hematnya memandang pula ada pasal yang terlupakan terkait kasus tersebut, yaitu Pasal pencucian uang yang di ajukan KPK saat berkunjung ke Kejaksaan Tinggi Gorontalo kemarin.

“Pada saat KPK datang pada tanggal 28 Maret 2019, katanya KPK minta ditambah 1 pasal pencucian uang, ini bukan pernyataan saya ini pernyataan Kajati,” Tutup Adhan. (mg7)

204 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Berita Terkait Lainnya