Mata Tokoh Nasional

Di Jepang, Rachmad Gobel Wakili Indonesia Terkait Peningkatan Investasi

Mata Gorontalo (Nasional) – Pada Pertemuan dalam rangkaian G20 Summit di Osaka (Jepang) Kamis (27/6),  Anggota DPR RI terpilih Rachmad Gobel bersama Menko Maritim, Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian Republik Indonesia dan Kepala BKPM bertemu dengan 21 perusahaan Jepang yang berinvestasi di indonesia. Pertemuan ini dilaksanakan untuk mencari masukan bagi pemerintah dalam meningkatkan kemudahan bisnis dan investasi di Indonesia

” Pertemuan dengan Perusahaan tersebut dalam rangka mencari masukan untuk meningkatkan kemudahan bisnis dan investasi bagi perusahaan yang bergerak di berbagai jenis sektor mulai dari keuangan, perbankan, elektronik sampai infratruktur.” Jelas Rachmad Gobel.

Menurut Rachmad, saat ini Banyak perusahaan Jepang yang sudah berinvestasi di Indonesia, sehingga Diharapkan dari pertemuan ini akan ada peningkatan investasi dari Jepang karena Indonesia memiliki pasar yang sangat besar dan bisa menjadi business hub untuk negara ASEAN dan luar negara ASEAN.

Suasana pertemuan Yang digelar di Osaka, Jepang pada Kamis, 27 Juni 2019

Untuk itu, kata Rachmad dalam rangka meningkatkan investasi di Indonesia, ada beberapa kebijakan di bidang keuangan terkait pajak, kepabeanan dan cukai.

” Antara lain: kebijakan untuk mendapatkan super deductible untuk vocational training dan investasi. Fasilitas pertama: mendapatkan tax holiday, antara lain investasi diatas 500 milyar rupiah terhadap 18 jenis usaha (petrokimia, elektronik, otomotif, dll).” Kata Rachmad.

Selain itu, kata Pria yang akrab di sapa RG ino menjelaskan bajwa bila perusahaan melakukan vocational training, maka akan mendapatkan fasilitas super deduction di bidang perpajakan.

” Yang kedua juga diberikan tax allowance. Jadi ada pilihan apakah perusahaan bisa mendapatkan fasilitas tax holiday atau tax allowance.” Tambah Rachmad.

Kalau dahulu untuk mendapatkan fasilitas perpajakan tersebut harus menunggu lebih dari satu tahun, saat ini fasilitas tersebut dapat langsung diterima saat menjalankan investasi di Indonesia.

Selanjutnya, Mengenai masalah perpajakan terkait digital economy, Pemerintah sangat terbuka dalam hal ini dan bersedia mendiskusikan lebih lanjut.

“Selain itu, hal ini juga sedang dibahas di G20 mengenai bentuk kebijakan perpajakan di bidang digital economy yang adil dan terbuka.  Pemerintah Indonesia bersungguh-sungguh untuk membuat iklim investasi di Indonesia semakin menarik, termasuk kebijakan perpajakan yang terbuka, transparan dan adil,” Tutup Rachmad. (mg7)

474 kali dilihat, 20 kali dilihat hari ini

Berita Terkait Lainnya