Mata Kabgor

Gelar Dialog Nasional, Uneversitas Gorontalo Hadirkan Ketua DKPP dan Kajati Gorontalo

Mata Gorontalo (Kabgor) – Dalam menyongsong pemilu yang berintegritas, jujur dan adil, civitas akademika Universitas Gorontalo menyelenggarakan dialog nasional dengan tema ” Penyelenggaraan Pemilu Yang Berintegritas Jujur Dan Adil “ yang di ikuti oleh seluruh mahasiswa/ mahasiswi dan juga masyarakat di lingkungan universitas Gorontalo.

Kegiatan ini di hadir langsung oleh Ketua DKPP DR. Harjono SH.MCL dan Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo DR. Firdaus Dewilmar.SH.M.Hum sekaligus narasumber di kegiatan ini.

Dalam materinya ketua DKPP DR. Harjono menyampaikan bahwa untuk menuju pemilihan yang jujur dan adil ini perlu adanya kesadaran bersama. Hal ini Menurut DR. Harjono sebagai wujud untuk demokrasi yang baik dan berintegritas.

” Untuk mencapai pemilu jujur dan adil tentu kita butuh kesadaran bersama sebagai warga negara yang peduli terhadap demokrasi di negeri ini untuk mewujudkan demokrasi yang baik dan berintegritas, kita harus jujur dan adil inilah mengapa perlu kita terus sosialisasikan hal-hal seperti ini dan juga bagi penyenggara harus punya etika dan objektif.” Ujar DR. Harjono.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo Dr. Firdaus Dewilmar menyampaikan lewat materinya mengenai pemilihan berintegritas jujur dan adil. Dimana menurut Firdaus Gakumdu tidak boleh berpihak dalam penegakan hukum terkait dengan Pemilihan Umum.

Kajati Gorontalo, Dr. Firdaus Dewilmar,SH.,M.Hum

” Suatu kehormatan bagi saya bisa kembali bersama-sama dengan civitas akademika universitas Gorontalo Pemilu 17 april harus kita rayakan dengan tidak gaduh vorsi kami saat ini yaitu tergabung dalam gakumdu dan gakumdu ini tidak boleh berpihak dalam penegakan hukum kita harus jujur dan adil sehingga asas pemilu akan melahirkan anggota legislatif maupun pemimpin yang aspiratif “. Jelas Dr. Firdaus.

Dr. Firdaus berharap agar sinegritas dan kordinasi tetap terus dijaga dilintas penyelenggara, utamanya pada komitmen untuk menjalankan aturan termasuk mensosialisasikan dengan masif tentang Pemilu dan pelanggarannya.” Tegas Dr. Firdaus. (mg4)

156 kali dilihat, 12 kali dilihat hari ini

Berita Terkait Lainnya