Mata Boalemo

Indikasi Dugaan Pungli Biaya Nikah Terjadi Di Desa Pentadu Timur

Mata Gorontalo (Boalemo) – Persoalan di Desa Pentadu Timur yang seakan tidak ada habisnya dimana sebelumnya ditemukan adanya kalender caleg dalam gedung kantor desa kini kembali dihantam dugaan Pungli (Pungutan Liar) yang diduga dilakukan oleh oknum Pemerintah Desa.

Seperti yang di jelaskan warga masyarakat desa Pentadu Timur, FA  sebagai orang tua dari S yang menjadi calon pengantin pria dalam pengurusan blanko nikah mengatakan pernah dimintakan uang sejumlah Rp. 250.000 dalam pengurusan blanko Nikah untuk anaknya dengan dalih agar FA sudah tidak repot lagi.

”Ayah ngolo ubayariyolo? ( Pak Kades berapa yang harus dibayar)”. Ujar FA saat menceritakan kronologinya yang langsung dijawab oleh oknum Kades.

“Rp. 250 ribu, mo. antar disana (KUA) 150 dan Rp. 100 ribu maso di desa”. Ucap FA sambil memperagakan cara memberikan uang ke kepala desa.

FA sempat shok dengan jumlah yang di sampaikan , tapi apa daya seorang kepala desa yang meminta (berbicara), tidak mungkin adu argumen dengan ayahanda.

FA menambahkan ketika di tanya suami se sampai di rumah, FA tidak memberitahukan perihal dirinya membayar uang sejumlah Rp. 250.000 untuk pengurusan blanko nikah. karena setahu suami FA di desa tetangga tempat iparnya sebagai pegawai pembantu pencatat Nikah (P3N) tidak ada pungutan sama sekali ulas FA.

Sementara itu, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Burhan Umar menjelaskan bahwa di KUA yang di pimpin membantah  menerima uang dari masyarakat pada proses pengurusan nikah. Kata Burhan, tak sepeserpun masuk ke lembaganya karena biaya nikah langsung di transfer ke rekening negara.

” Tidak ada sepeserpun masuk di KUA, semua (Biaya nikah,red) harus disetorkan ke rekening negara.” Tegas Burhan.

Terkait tentang uang sejumlah Rp. 150.000 untuk masuk ke KUA seperti yang disampaikan ibu FA, Burhan membantah hal tersebut, namun membenarkan tentang adanya berkas Nikah dari Pentadu Timur,

” Iya benar, ada berkas nikah dari Desa Pentadu Timur. namun kami tidak menerima uang Rp. 150.000.” Tambah Burhan.

Dalam kesempatan lain, mantan petugas pegawai pembantu pencatat nikah (P3N) Husin Harun menjelaskan bahwa penerapan biaya untuk blanko nikah sudah ada dalam aturan tertulis tanpa Peraturan Desa (Perdes).

” Untuk biaya blanko laki-laki itu memang hanya Rp.50.000 dan untuk wanita 300 tapi tanpa Perdes (Peraturan Desa) yang jelas, ini hanya karena sudah berjalan sejak dari dulu tanpa ada aturan tertulis yang jelas”. Ungkap Husin.

Penjabat Kepada Desa Pentadu Timur Sahrudin Sadu, SH menjelaskan bahwa terkait prosedur nikah dengan penetapannya itu sudah ada pada aturan.

“Jika laki-laki berasal dari Desa Pentadu Timur tidak di kenakan biaya sedang untuk perempuan Rp. 600 ribu jika menikah di luar KUA, dan gratis ketika melaksanakan Akad Nikah di KUA”. Ujar Sahrudin

Terkait dengan Perdes tentang Biaya Nikah tersebut, RD anggota BPD Pentadu Timur menjelaskankan bahwa sejak dilantik pihaknya tidak pernah membahas dan menetapkan Perdes tersebut.

“Sejak saya dilantik menjadi BPD belum pernah sekalipun membahas atau menetapkan Perdes yang berhubungan dengan biaya Nikah”. Tegasnya (mg3)

312 kali dilihat, 9 kali dilihat hari ini

Berita Terkait Lainnya