Mata Kabgor

Jadi Narasumber, Kajari Kabgor Apresiasi Workshop Implementasi SOP Sistem Keuangan Desa

Mata Gorontalo (Daerah) – Kabupaten Gorontalo, Kepala kejaksaan negeri Kabupaten Gorontalo Dr. Supriyanto menjadi nara sumber pada Workshop Implementasi SOP sistim keuangan desa dalam penguatan BUMDes di desa se kabupaten gorontalo dalam Pemberdayaan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Kepala Kejaksaan Negeri (kajari) Dr. Supriyanto menyampaikan bahwa Program mahasiswa KKN UNG yang  bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa tersebut, dinilai cukup strategis. Menurut Supriyanto, salah satu Nawa Cita Pemerintah saat ini adalah melaksanakan pembangunan mulai dari pinggiran.

Kajari Kabupaten Gorontalo, Dr. Supriyanto,SH.,MH

” Yang dapat kita artikan pembangunan dari desa, sehingga pemerintah pusat membuat kebijakan untuk membantu semua desa di seluruh Indonesia dengan program Dana Desa dan program program lainnya. Nilai rupiah uang yang beredar di desa cukup besar berkisar 1,5 milyar per tahun, tentu kondisi ini perlu mendapat perhatian serius karena hakikat bantuan tersebut adalah untuk pembangunan di desa dengan penguatan pemberdayaan masyarakat melalui potensi unggulan yang ada di masing masing desa, salah satunya memberdayakan BUMDes. Karenanya, BUMDes harus dioptimalkan untuk membangkitkan gairah perekonomian di masing masing desa. Kegiatan mahasiswa KKN ini cukup strategis untuk bersinergi membangun desa dengan memberdayakan BUMDes yang ada,” Jelas Supriyanto usai kegiatan..

Sementara itu ketua dosen pembimbing lapangan Dr. Fory Naway menambahkan, kerja sama ini dilakukan untuk peningkatan kualitas pengelolaan keuangan desa melalui proses sistem.

” Kami bekerjasama dengan pemdes untuk menyelenggarakan workshop dalam bentuk sosialisasi dulu, karena ini terkait dengan standar operasional prosedur jadi modal utama orang bergerak dalam hal sistem keuangan desa,” ucap Fory Naway.

Fory Naway menambahkan bahwa bersama mahasiswa KKN akan membantu pembuatan aplikasi sistem keuangan desa, agar para Kepala Desa benar-benar siap dan tidak melenceng dari regulasi yang ada.

“Untuk aplikasi nanti kami akan buat aplikasi sistem keuangan desa tapi dari segi penganggaran dan pengawasan serta evaluasi program, supaya mereka kades-kades yang pengguna anggaran, benar-benar siap dengan sistem aplikasi dan tidak melenceng dari aturan yang sudah ditetapkan dari kemendagri,” Tambahnya.

Workshop yang diprakarsai oleh mahasiswa KKN UNG Kerjasama dinas pemberdayaan masyarakat desa (Pemdes) Tahun 2019 itu digelar di aula masjid baitul Izza dutulanaa kecamatan Limboto. (rls-mg)

156 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Berita Terkait Lainnya