Mata Tokoh

Kecerdasan emosional Rahmijati Jahya, Kunci Kepemimpinan David Bobihoe

Oleh : Jeffry As. Rumampuk

Mata Gorontalo (Tokoh) – Kecerdasan emosi atau EQ ternyata memiliki fungsi dan manfaat yang lebih kompleks dibandingkan IQ atau Intelegence Quotation. Kecerdasan emosional ini sangat penting bagi tiap individu dalam menunjang kesuksesan dan kebahagiaan mereka, baik di tempat kerja, pergaulan hingga kehidupan rumah tangga.

Istri yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi akan mampu memberikan sikap terbaik ketika dihadapkan pada suatu permasalahan di dalam rumah tangga maupun dalam karir suami. Disamping itu, juga memberikan gambaran singkat mengenai seberapa besar kemampuan para pendamping pemimpin mengeksplorasi kecerdasan fisik, inteligensi, emosi dan spiritual itu dalam pelaksanaan tugas dan fungsi kepemimpinannya dalam kesehariannya.

Rahmijati sadar peran istri dalam mendampingi suami sebagai kepala daerah adalah sebuah tugas besar yang tidak semua orang mampu menjalankannya,

Dalam kepemimpinanya sebagai ketua PKK kabupaten Gorontalo dua periode perempuan yang akrab di sapa ibu Rahmi ini selau menjaga tutur kata dan perilakunya dengan rekan kerja dan masyarakat, bahkan sampai hari terakhir dimasa kepemimpinanya sebagai ketua TP-PKK kabupaten Gorontalo Rahmiyati Jahja ini tidak pernah ada temuan BPK tentang pengembalian uang perjalanan dinas, karena ibu Rahmi sadar bahwa sebagai istri bupati bukan berarti dia bisa semena-mena terhadap pemerintahan, serta tidak pernah tersangkut masalah Hukum, baik sebagai saksi maupun sebagai calon tersangka, artinya beliau bersih dari catatan kepolisian,

Berbekal kecerdasan emosional, dan kepribadian yang ramah terhadap semua masyarakat mengantarkan beliau sebagai SENATOR perwakilan Provinsi Gorontalo yang ada di senayan, berbekal kecerdasan emosional ibu Rahmi, dengan kemampuan untuk memahami tentang perasaan dan emosi diri sendiri, dan bagaimana emosi ini dapat mempengaruhi orang lain.

Pemimpin yang memiliki kecerdasan emosional cenderung untuk tidak lepas kontrol, memiliki kepercayaan penuh terhadap bawahannya, mendengarkan tim-nya dan selalu berhati-hati dalam membuat keputusan.

Ada lima instrument utama dalam kecerdasan emosional yang selalu di kedepankan oleh ibu Rahmijati Jahja yaitu: kesadaran diri bagaimana seorang pemimpin mempunyai pengetahuan apa yang sedang dia rasakan, dan memahami bahwa emosi dan tindakan yang dilakukannya dapat mempengaruhi orang sekelilingnya.

Rahmijati dengan kesadaran diri yang tinggi juga memiliki pemahaman yang jelas tentang kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya. Pengendalian diri sangat jarang berkata kasar kepada orang lain, membuat keputusan yang terburu-buru dan emosional, ataupun mengkompromikan nilai-nilai yang mereka anut.

Rahmijati dengan pengendalian diri selalu dapat mengontrol dirinya dan tindakan yang dilakukannya. Motivasi pemimpin yang secara konsisten mengejar tujuan-tujuan mereka, dan memiliki standard yang tinggi atas kualitas kerja yang mereka lakukan.

Perempuan yang akrab disapa  Rahmi dengan motivasi diri biasanya selalu optimis dan selalu mencari sisi positif atas situasi yang sedang mereka hadapi. Empati pemimpin yang memiliki kemampuan untuk menempatkan diri mereka dalam situasi orang lain.

Mereka membantu anggota timnya untuk mengembangkan diri, memberikan umpan balik yang konstruktif, dan mau mendengarkan keluhan mereka. Menurut Rahmi, Pemimpin dengan empati yang tinggi cenderung akan mendapatkan respek dan loyalitas dari anggota timnya, dan keterampilan sosial.

Pemimpin yang memiliki ketrampilan sosial yang tinggi biasanya juga adalah komunikator yang hebat. Mereka terbuka untuk mendengarkan berita baik ataupun berita buruk.

Rahmi dengan Kesederhanaan dan ketrampilan sosial yang tinggi biasanya mampu membangkitkan dukungan dari anggota timnya, dan mampu untuk membangkitkan semangat anggota timnya untuk terlibat dalam tugas-tugas baru. (***)

123 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Berita Terkait Lainnya