Mata Bonbol

Kejaksaan Tinggi Gorontalo, Ekspose Perhitungan Kerugian Kasus Gorr

Mata Gorontalo (Daerah) – Kejaksaan Tinggi Gorontalo kembali lakukan Ekspose perhitungan kerugian Negara atas Kasus mega proyek Gorontalo Outer Ring Road (Gorr), di kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Gorontalo, Rabu (16/1).

Kegiatan yang sudah dilaksanakan kali kedua ini, dikatakan Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo DR. Firdaus Dewilmar dalam rangka menuntaskan perhitungan keuangan Negara dengan menyampaikan bukti – bukti dan kekurangan yang harus dipenuhi.

“ Tadi kami telah melakukan ekspos lagi dengan BPKP terkait dengan penuntasan perhitungan kerugian Negara pada kasus Gorr, dimana kami telah menyampaikan bukti-bukti dan kekurangan yang harus kami penuhi.” Jelas Firdaus.

Untuk hasil ekspose itu sendiri, Kata Firdaus masih memerlukan pendalaman lagi terkait dengan item – item yang harus dipenuhi pihaknya. Hal ini tentu sangat diperlukan BPKP terkait penajaman dalam melakukan proses perhitungan keuangan Negara itu.

“ Untuk gambaran hasil eksposenya pasti ada dan untuk itu kami masih melakukan pendalaman untuk beberapa hal yang akan kami penuhi. Yang penting kita pertajam dan yakinkan lagi  teman – teman dari BPKP untuk menghitung kerugian  keuangan Negara.” Ungkap Firdaus.

Disinggung waktu dari hasil perhitungan itu, Kajati Firdaus mengatakan bahwa pihaknya bersama – sama dengan BPKP pasti akan menyelesaikan perhitungan tersebut. hanya saja ada beberapa hal yang belum bisa diinformasikan ke publik, namun kata Kajati Firdaus Publik boleh mengetahui pihaknya intens untuk melakukan komunikasi dengan BPKP dalam rangka percepatan perhitungan kerugian Negara.

“ Bersama BPKP, Pasti akan kami selesaikan perhitungan itu. Hanya saja beberapa hal belum bisa kami sampaikan kepada publik, namun publik punya hak untuk memperoleh informasi bahwa saat ini kami tetap intens melakukan kordinasi dan konsultasi dengan BPKP terkait dengan percepatan perhitungan kerugian keuangan Negara. Oleh karena itu, kami akan segera menyiapkan kekurangan yang dibutuhkan oleh BPKP baik surat maupun keterangan ahli sehingga perhitungan ini bisa segera diselesaikan tepat pada waktunya. Kami pun berharap dukungan seluruh pihak agar kami dan BPKP bisa segera menyelesaikan tugas besar ini..” tutup Firdaus. (mg1)

315 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Berita Terkait Lainnya