Mata Bonbol

Kejaksaan Tinggi Lakukan Penelitian Soal Kerusakan Mangrove Di Gorontalo

Mata Gorontalo (Daerah) – Bone Bolango,  Persoalan pengrusakan mangrove di Gorontalo belakangan ini, telah diteliti oleh Kejaksaan Tinggi Gorontalo. Menurut Kajati Firdaus, persoalan mangrove saat ini sudah sangat parah dan masif dengan telah mengindahkan ketentuan yang berlaku, hal ini dilihat dari pembuatan tambak maupun pembangunan – pembangunan yang tidak sesuai prosedur.

“ Setelah kami teliti, pengrusakan mangrove di Gorontalo sudah sangat parah karena dilaksanakan secara masif dan telah mengindahkan ketentuan yang berlaku. Bahkan baru – baru ini di Kabupaten Gorontalo utara justru telah terjadi pengrusakan mangrove secara masif juga, nah ini juga harus diperhatikan, “ Kata Kajati Firdaus.

Ditambahkan pula bahwa hal ini perlu kerja sama seluruh pihak, pendidikan terhadap masyarakat tentang manfaat mangrove. Hal ini dikatakan persoalan mangrove juga karena tidak adanya sosialisasi terkait pentingnya kelestarian mangrove pada keseimbangan ekosistem alam disekitarnya.

“ Masyarakat  perlu diedukasi tentang pentingnya pelestarian hutan mangrove, karena tidak sedikit pengrusakan mangrove dirusak oleh masyarakat karena minimnya sosialisasi pentingnya kelestarian mangrove sebagai penyeimbang ekosistem alam disekitarnya. Terutama menjaga abrasi, menjaga air laut dengan air tawar, menjaga biota laut, menjaga burung pelikan dan yang lebih penting adalah masyarakat juga harus tahu bahwa dengan dilestarikannya hutan mangrove itu berarti telah menjaga fungsinya sebagai penyuplai oksigen terbesar bagi kebutuhan manusia.” Tambah Firdaus.

Kajati Firdaus juga mengajak kepada seluruh stakeholder baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan pegiat lingkungan untuk bersama menyelamatkan hutan mangrove dari kerusakan baik yang disengaja maupun oleh alam.

“ Sudah waktunya seluruh stakeholder baik dari Pemerintah pusat, pemerintah daerah Kabupaten/kota dan seluruh pegiat maupun aktifis lingkungan, untuk bersama – sama dan menyatukan langkah untuk menyelamatkan hutan mangrove dari kerusakan baik yang disengaja oleh manusia maupun kerusakan akibat dari alam itu sendiri.” Terang Firdaus.

Sementara itu menurut Kajati Firdaus, pihaknya juga telah menemukan penimbunan hutan mangrove oleh masyarakat di kabupaten Gorontalo Utara yang tepatnya disamping Rumah Sakit ZUS. Sehingga dirinya mewarning  pelaksanaan kegiatan pengrusakan mangrove dilokasi tersebut.

“ Saat ini kami sementara menyoroti aktifitas pengrusakan mangrove yang lokasinya berada disekitaran Rumah Sakit ZUS di Gorontalo Utara. Bahkan saat kami melewati lokasi tersebut, aktifitas penimbunan itu sementara berlangsung . “ Jelasnya.

Sementara itu, Terkait Nama Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo disebut oleh Bupati Boalemo H. Darwis Moridu pada pemberitaan disalah satu media pun mendapat respon.  Menurut Kajati Firdaus, apa yang dimaksudkan pada berita disalah satu media itu adalah konsultasi mekanisme perijinan pada pengembangan destinasi wisata Pantai Kota Ratu oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Boalemo dalam hal ini Bupati Boalemo Darwis Moridu.

“ Pak Bupati Boalemo itu berkonsultasi mengenai mekanisme perijinan, bukan Cuma dikami saja tapi juga di beberapa instansi terkait yang ada ditingkatan Provinsi.” Tutup Kajati Firdaus. (mg7)

204 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Berita Terkait Lainnya