Opini Mata

Keniscayaan Pantai Kota Ratu, Multi Manfaat Untuk Boalemo

Oleh : Jeffry As. Rumampuk (Profesional)

Mata Gorontalo (Opini) – Polemik Pantai Kota Ratu beberapa bulan terakhir sering menghiasi dunia informasi kita, positif dan negativenya sudah tergambar bahkan ke seluruh pelosok Indonesia. Bahkan dengan gencarnya pemberitaan terkait dengan konflik Pantai Kota Ratu, membuat aktifitas bidang wisatanya melesat jauh dari perkiraan pemrakarsanya.

Pantai Kota Ratu, Surga yang sebelumnya tersembunyi dari Kabupaten Boalemo. Berlokasi di Desa Tenilo Kecamatan Tilamuta, Pantai Kota Ratu dewasa ini sudah menjadi perbincangan disemua kalangan. Menjadi destinasi wisata baru dengan menargetkan kalangan menengah kebawah sebagai penikmatnya, bahkan wisata yang didukung full oleh Pemerintah Kabupaten Boalemo itu, telah menjadi rujukan bagi para wisatawan local dan mancanegara.

Sejenak mari kita tinggalkan polemic Pantai Kota Ratu, prospek masa depan baik dari segi pendapatan daerah maupun keuntungan bagi masyarakat sekitar tentu patut diperhatikan oleh semua pihak. Beberapa waktu lalu, Forkopimda Provinsi Gorontalo telah menggelar pertemuan dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Boalemo. Hasilnya tentu bisa digambarkan bahwa seluruh pihak mendukung percepatan pengembangan wisata baru baik dari proses perizinannya dan persoalan – persoalan lain yang masih menghambatnya.

Suasana Padatnya pengunjung di Pantai Kota Ratu

Dengan menghasilkan beberapa kesimpulan, Rapat Forkopimda Provinsi Gorontalo dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Boalemo pun sepakat untuk mendukung keberlanjutan pengembangan Pantai Kota Ratu. Dipimpin oleh Wakil Gubernur Dr. Idris Rahim, rapat tersebut menyepakati pengembangan destinasi wisata untuk mendukung kesejahteraan rakyat Kabupaten Boalemo yang juga program unggulan Pemprov Gorontalo, seluruh dokumen perencanaan pengembangan Pantai Kota Ratu baik yang ada di Pemda Boalemo maupun di Pemprov Gorontalo akan disiapkan dengan catatan dipercepat karena melihat peluang perkara tersebut masih dalam tahap penyelidikan di Polda Gorontalo, kemudian pemasangan pipa PDAM menuju Pantai Kota Ratu telah diizinkan dengan syarat didampingi Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perikanan dan yang terakhir adalah segera membentuk tim P3KR (Percepatan Pembangunan Pantai Kota Ratu) dengan melibatkan seluruh unsur perwakilan baik di tingkat daerah dan Pemprov Gorontalo.

Hal diatas membuktikan bahwa kolaborasi Pemda Boalemo dengan Pemprov Gorontalo tentu mempunyai satu kesepakatan dengan niat yang tulus, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai pada visi pembangunan ekonomi.

Jika kita menilik kembali, multi manfaat yang dapat diambil dari keberadaan Pantai Kota Ratu haruslah segera dirasakan oleh masyarakat khususnya warga Desa Tenilo. Hal ini tak lepas dari peran  dari teman – teman media yang terus memberitakan pada medio Juni silam, terkait keberadaan Pantai Ratu dengan segala keunikannya. Dengan dasar tersebut, wisatawan baik local dan manca seolah telah dipoles untuk serentak  berkunjung serta tidak mempedulikan polemic yang diangkat oleh beberapa pihak.

Seolah tak percaya, pengunjung yang datang sebelum heboh di media – media hanya bisa dihitung dengan jari. Pasca pemberitaan tersebut, jumlah wisatawan seolah tak terbendung lagi dan bahkan masyarakat sekitar pun meraih lonjakan pendapatan yang signifikan bahkan dinilai plus. Tentu kabar positif ini harus disebarluaskan mengingat “Koalisi” Pemerintah saat ini sementara memperjuangkan sahnya destinasi wisata baru itu.

Olehnya, jika melihat posisi Pantai Kota Ratu saat ini adalah sebuah keniscayaan dari beberapa hal termasuk harapan yang hebat untuk daerah ketiga di Provinsi Gorontalo itu. Bayangkan jika seluruh proses perizinan dengan seluruh polemiknya bisa selesai, maka bukan tidak mungkin Desa Tenilo akan bisa berkembang dengan sangat cepat. Hal ini jika dilihat dari jumlah pengunjung yang memadatinya setiap akhir pekan, jumlah kenderaan, jumlah wisatawan bahkan dari jumlah masyarakat yang memanfaatkan keramaiannya, dipastikan kas daerah (Jika sudah berizin) beromset puluhan juta per pekannya.

Sekali lagi, terlepas dari seluruh problemnya, keberadaan Pantai Kota Ratu sangat dibutuhkan oleh masyarakat di Provinsi Gorontalo. Selain dapat meningkatkan pendapatan daerah dan masyarakatnya, tempat wisata untuk masyarakat khusus kalangan menengah kebawah masih menjadi alasan kedua. Proses perizinan yang masih dalam tahap “keniscayaan”, membuat Bumdes dan masyarakat khususnya yang berada di Desa Tenilo berharap multi manfaat dari Pantai Kota Ratu itu sendiri.

Semoga, seluruh pihak baik yang terlibat pada tim P3KR maupun pihak lainnya dapat segera menyelesaikan polemic Pantai Kota Ratu. Salam Hebat Luar Biasa…!!!! (***)

315 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Berita Terkait Lainnya