Opini Mata

Kharisma Darwis Moridu, Jalan Mulus Wahyu Menuju Pilkada Boalemo

Oleh : Jeffry Rumampuk / Profesional

Mata Gorontalo (Opini) –  Jauh Namun Dekat, Pilkada Boalemo di tahun 2022 nanti dapat Disebut sebagai ajang pembuktian diri dari para tokoh Boalemo. Bukan tidak mungkin unsure balas dendam pun sudah tersirat diperhelatan milik rakyat itu, sebab sejarah tidak bisa dipungkiri bahwa Pilkada Boalemo juga telah mencatat berbagai keunikan serta hasil campur tangan Sang Pencipta.

Belum bisa diprediksi, siapa – siapa saja yang akan bertarung nanti namun beberapa nama telah muncul ke permukaan demi meramaikan pentas khalayak ramai itu.

Focus kita kali ini kepada “Panglima Petani ” H. Darwis Moridu, sosok yang lahir dari proses independent ini memiliki kharisma tersendiri dimata masyarakat. Kabupaten Boalemo semenjak kepemimpinan pria sederhana ini cenderung fokus pada program – program pemberdayaan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Memprioritaskan kesejahteraan rakyat serta para aparatur pegawainya agar bekerja lebih giat serta berorientasi pada pengabdian yang ikhlas dan tulus kepada rakyat, telah menggambarkan niat suci suami dari Hja. Rensi Makuta ini yang kadangkala membuat pikiran sekelompok orang ketar-ketir yang tidak mau program Bupati dan Pemerintahannya berhasil. Sehingga yang ditempuh dalam gambaran dewasa ini adalah menjatuhkan kredibilitas kepemimpinan Ayah dari anggota DPRD terpilih periode 2019 – 2024 Wahyu Moridu.

“ Pak Bupati bukan makhluk yang sempurna, Sebagai manusia biasa yang tidak luput salah dan khilaf. Namun kekhilafan – kekhilafan itu bukan karena demi keuntungan pribadi tapi justru karena ingin membela kepentingan rakyatnya. Sebab beliau bisa merasakan langsung kebutuhan rakyatnya, Karena memang latar belakang beliau berasal dari kalangan rakyat bawah sehingga di konteks inilah keunikan karakter Sang Bupati Darwis. Yang tanpa basa-basi atau bertopengkan kepalsuan Melayani rakyatnya, Sekalipun dibeberapa kesempatan beliau harus mengorbankan dirinya. “ Ungkap Wahyu Moridu.

Sebagai Anak, tentu wahyu sangat memahami karakter dan kepribadian ayahnya. Kepentingan dan kesejahteraan daerah adalah tujuan utama, sehingga hari ini masyarakat Boalemo telah menilai bahwa kerja keras pria pasangan Ir. Anas Jusuf itu adalah fondasi awal untuk membentuk daerah kearah yang lebih baik.

“ Yang Beliau (Darwis Moridu) lakukan saat ini demi kepentingan daerah dan rakyat yang dia cintai. Di setiap kesempatan, kalimat-kalimat jujur itulah yang selalu disampaikan oleh Bupati. Dan kami sebagai rakyat biasa ada secercah kejujuran serta ketulusan didalamnya. Lain halnya cara pandang orang-orang yang berseberangan pikiran dan latar belakang kepentingan politik, pasti apa saja selalu dianggap salah. Yang terpenting bagi kami rakyat yang kecil ini, hanya berharap pak Bupati diberi kesehatan serta kekuatan menjalankan roda pemerintahan ditengah kemelut cobaan dan ujian selama ini. Doa terbaik untuk beliau.” Kata Darwis Mooduto, Warga Tilamuta.

Sementara itu, Pilkada Boalemo  mendatang  dapat dikatakan bukanlah satu – satunya target dari Lelaki yang berlatar belakang Pengusaha itu. Menjadi anggota DPRD Provinsi Gorontalo dan bukan tidak mungkin DPR RI adalah target yang sudah diwacanakan oleh kerabat dekat Darwis Moridu jika dia sudah tak berminat lagi untuk menjadi Bupati. Sehingga jika itu terjadi, maka sangat jelas kader biologis dipastikan akan ikut dalam Pilkada.

Jika melihat bahwa Sosok Wahyu Moridu tentu mampu dipasangkan dengan siapa saja, hal ini tergambar bahwa darah muda serta didukung oleh kharisma sang ayah jelas beroleh restu untuk menerima tongkat estafet kepemimpinan Daerah ketiga di Provinsi Gorontalo ini.  Dipasangkan dengan tokoh – tokoh seperti  Ir. Anas Jusuf, Lahmudin Hambali, Deddy Hamzah, Uwes Abubakar dan beberapa tokoh lainnya pun tidak membuat Wahyu Canggung.

Yang pasti, ketika wacana Darwis Moridu untuk maju di DPRD Provinsi Gorontalo atau DPR RI itu jadi, maka harga diri seorang ayah akan sangat tergambarkan pada perjuangan sekaligus hasil Filosofi alami seorang manusia ketika menjadi orang tua yang pada prinsipnya  menginginkan anaknya sukses dan berhasil mengikuti jejaknya. Apapun pertaruhan itu, ini adalah pertarungan harga yang akan diperjuangkan habis – habisan demi melihat anaknya tersenyum indah dalam aura bintang bingkai kesuksesan. (***)

384 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Berita Terkait Lainnya