Mata Kabgor

Mahasiswa UG, Tuntut Kapolres Evaluasi Kinerja Satlantas Polres Gorontalo

Mata Gorontalo (Kabgor) – Terkait dengan kegiatan Satuan Lalu Lintas Polres Gorontalo yang sering melakukan penilangan dengan proses hunting dan juga melakukan penindakan di sekitaran wilayah kampus dan juga di dalam kampus, pun memicu gerakan mahasiswa untuk mendatangi polres Gorontalo untuk mendesak Kapolres Gorontalo untuk melakukan evaluasi kinerja satuannya.

Puluhan mahasiswa Universitas Gorontalo Senin (4/1) yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Lalu Lintas (AMP Lantas) ini, mendatangi polres Gorontalo dan meminta kapolres Gorontalo untuk mengevaluasi kinerja Kasat Lantas dan seluruh anggotanya mengenai kegiatan hunting yang sering di lakukan.

Koordinator aksi dan juga presiden UG Bem Nurdin Wajipalu menyampaikan bahwa pihaknya menolak keras tindakan dari Satlantas Polres Gorontalo, yang dinilai menindak para pelanggar yang ada diwilayah kampus. Menurutnya, kegiatan itu mengganggu aktivitas belajar dari kampus itu sendiri.

” Kami menolak keras tindakan satuan lalu lintas yang sering melakukan penindakan di wilayah kampus, dan jangan sampai juga tindakan dari pihak Satlantas ini hanya ajang pencaharian dengan dasar penindakan. Inilah mengapa kami mendesak Bapak Kapolres untuk mengevaluasi kinerja jajarannya khususnya Satuan Lalulintas dan perlu kami tegaskan bahwa kami bukan tidak suka terhadap polisi masuk kampus lagian selama ini juga ada anggota polri yang sementara mengikuti perkuliahan di kampus tapi yang kami inginkan adalah komunikasi dan sinergi yang baik “. Tegas Nurdin.

Kapolres Gorontalo AKB. Dafcoriza,SIK.,MSC melalui Kasat Lantas Polres Gorontalo AKP. Omizon yang menerima masa aksi ini pun mengatakan bahwa pihaknya selama ini tidak melakukan hunting seperti yang masa aksi sampaikan. Kata Omizon, sebagai kaum milenial mahasiswa atau pemuda adalah penentu arah bangsa harusnya bisa menjadi agen untuk dapat mensosialisasikan peraturan – peraturan serta keamanan dalam berlalu lintas.

” Perlu di ketahui oleh teman-teman masa aksi bahwa hunting itu tidak ada yang ada polisi itu memiliki dua sistem penindakan pertama berdiri di tempat, kedua patroli dan saat ini perlu teman-teman ketahui sebagai kaum milenial penentu arah bangsa bahwa saat ini yang paling banyak melakukan pelanggaran dan belum mematuhi peraturan adalah kalangan milenial itu sendiri sebab di tahun kemarin angka kecelakaan di dalam kota itu tinggi inilah mengapa saya memerintahkan beberapa anggota untuk melakukan mobileing dan proses mobileing ini hanya lebih pada penertiban yang kasat mata yaitu seperti yang tidak memakai helm, spion, atau plat yang tidak sesuai dan sudah melewati tahun “. Jelas AKP. Omizon.

Lebih Lanjut Omizon menjelaskan bahwa terkait penindakan yang dilakukan oleh Anggotanya, tentu sudah sesuai prosedur dan peraturan yang berlaku. Omizon juga berharap agar para pengguna jalan harus mentaati peraturan demi keselamatan dalam berlalu lintas.

” Dan terkait dengan penindakan di wilayah kampus saya menyampaikan bahwa rekan dari teman-teman yang saat ini datang itu melewati jalan utama dulu kemudian masuk ke dalam kampus inilah mengapa anggota melakukan penindakan. Kampus kan tidak kebal hukum, maka untuk itu saya berharap kepada seluruh teman-teman agar supaya melengkapi kendaraanya agt tidak terjadi lagi hal-hal seperti ini “. Tutup Omizon. (mg4)

162 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Berita Terkait Lainnya