Mata Pohuwato

(Masih) Foto Kajati Dan SP, Syarief Mbuinga Ajak Agar Berfikir Jernih

Mata Gorontalo (Pohuwato) –  Polemik foto kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo Dr. Firdaus Dewilmar dengan Ketua Umum Surya Paloh serta sejumlah  petinggi Partai Nasdem, terus menuai sorotan dari berbagai pihak. Hal ini didasari dari postingan – postingan dimedia sosial facebook yang dinilai telah dipolitisir dan terkesan memprovokasi.

Foto kajati Firdaus dewilmar dan letum partai Nasdem Surya Paloh, yang dinilai telah dipolitisir

Terkait hal tersebut, Bupati Kabupaten Pohuwato H. Syarief Mbuinga kepada Mata Gorontalo menyampaikan bahwa Foto Kajati Gorontalo dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, haris dilihat dengan mata dan pikiran yanh jernih. Menurut Syarief, pose Kajati Firdaus dan Surya Paloh yang juga tokoh Nasional itu terjadi ditempat yang wajar dan bisa terjadi kepada siapapun.

” saya tidak mengikuti atau mengetahui tentang hal tersebut (foto) , namun saya juga ingin menyampaikan pandangan atau pendapat bahwa foto Pak Kajati dengan Pak Surya Paloh harus di lihat dengan mata dan pikiran yang jernih. Bahwa Pak Surya Paloh tokoh nasional, pertemuannya di tempat yang wajar dengan demikian pertemuan tersebut wajar dan bisa terjadi kepasa siapapun,” Kata Syarief.

Selanjutnya Jika dilihat dari sudut pandang yang subjektif dan tidak jernih, kata Bupati Dua Periode itu outputnya bisa jadi salah. Olehnya Syarief meminta kepada para pihak utamanya untuk seluruh masyarakat di Gorontalo agar mengutamakan keamanan demi situasi yang kondusif dengan mengedepankan politik yang dinamis namun dengan tetap mengutamakan daerah yang stabil.

” sebaliknya kalau mata dan pikiran yang kita gunakan lebih kepada hal yang subjektif dan tidak jernih lagi, maka outputnya semua isa jadi salah. Oleh sebab itu saat ini yg di butuhkan buat gorontalo kita tercinta menjelang hari H Pemilu tanggal 17 april nanti adalah gorontalo yang aman dan kondusif serta politik yang dinamis namun tetap stabil. ” Tambah Syarief.

Sementara itu, tokoh pemuda asal limboto, Budiyanto Biya letika dimintai tanggapannya mengatakan bahwa polemik foto kajati dan Surya Paloh, jika didiamkan maka bisa berdampak yang tidak menguntungkan posisi institusi Kejaksaan. Menurut Budi Institusi Adhyaksa itu mempunyai tugas yanh salah satunya adalah menjaga ketertiban dan ketentraman masyarakat, sehingga pada status di media sosial Facebook oleh beberapa akun itu dinilai menebarkan rasa kebencian  kepada khalayak ramai.

” Kalau ini kita biarkan dan mengikuti serta tidak memberikan pemahaman kepada publik akan berdampak tidak menguntungkan kepada institusi Kejaksaan RI, yang dimana telah kita ketahui bahwa salah satu tugas dan fungsinya adalah ikut serta dalam menjaga ketentraman dan ketertiban masyarakat. Supaya masyarakat khususnya yang menunggu hasil penanganan perkara korupsi  itu tidak diracuni dengan hal, berupa menebarkan rasa kebencian atau membentuk oponi yang menebar rasa kebencian. Jadi marilah kita mulai berani memberikan pemahaman kepada masyarakat atau publik agar tidak menjurus kepada menebar rasa kebencian ,kalau tidak inilah benih atau virus jika berkembang dapat merusak nilai kebangsaan sebagai nilai nilai untuk memperkuat NKRI. (mg1)

286 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Berita Terkait Lainnya