Opini Mata

Pantai Kota Ratu Dalam Gejolak Mendunia

(Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Boalemo).

Mata Gorontalo (Opini) – Satu lagi destinasi wisata di Boalemo setelah Pantai Bolihutuo dan Pulo Cinta. NamanyaPantai Kota Ratu. Berada di Desa Tenilo Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo. Dibuka sejak Februari 2019. Destinasi wisata ini menyajikan pantai berpasir putih halus dan keindahan perbukitan mengitarinya. Perhatian pemerintah untuk menggenjot penataan destinasi wisata ini sangat serius. Gejolak menjadikan Pantai Kota Ratu menjadi destinasi wisata mendunia mulai terasa.

Destinasi wisata pantai-pantai di Gorontalo, khususnya di Kabupaten Boalemo gempar hingga mancanegara sejak kerinduan para wisatawan untuk menyaksikan langsung panorama Pantai Bulihutuo dan Pulo Cinta. Magnet keinginan berwisata di dua tempat tersebut kian hari semakin bertambah. Banyak orang mengagumi Boalemo. Tak lengkap bila ke Gorontalo tanpa mampir di Boalemo. Telah terlanjur Boalemo terkenal dengan destinasi wisata pantainya.

Kabupaten Boalemo mempunyai potensi sumber daya pesisir yang sangat kaya. Ditandai dengan keanekaragaman hayati yang sangat kaya pada pantainya. Panjang garis pantai wilayah daratan dan kepulauan dalam wilayah kabupaten Boalemo berdasarkan pengukuran dari peta rupa bumi Indonesia digital skala 1:50.000 terbitan Bakosurtanal (sistem proyeksi UTM) adalah sepanjang kurang lebih 409,195 Km pantai Selatan yang berhadapan dengan Teluk Tomini.

Penggalangan dan dorongan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di antaranya perikanan, kelautan, dan pariwisata. Alasan pengembangan destinasi wisata yakni (1) Boalemo memiliki potensi taman laut begitu indah yang tidak dimiliki oleh daerah lain, (2) terumbu karang masih terjaga dengan baik sehingga dapat menarik para wisatawan, dan (3) berada pada posisi strategis dalam kawasan Teluk Tomini yang memiliki berbagai jenis ikan (Sarman, 2016:67).

Destinasi wisata baru di era kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Boalemo, Darwis Moridu-Anas Yusuf (DAMAI) tertuju pada pengembangan wisata Pantai Kota Ratu. Pengelolaan Pantai Kota Ratu berbasis masyarakat. Pengelolaan sepenuhnya diserahkan kepada badan usaha desa setempat. Hal ini juga diungkapkan oleh Bupati Boalemo, Darwis Moridu. Warga setempat diberi kesempatan yang luas untuk dapat membuka berbagai usaha yang mendukung kebutuhan wisatawan seperti usaha kuliner, suvenir dan transportasi.

Transportasi termasuk satu penentu untuk memajukan destinasi wisata. Tampaknya bukanlah hal sulit untuk berkunjung ke Pantai Kota Ratu. Dilihat dari jarak ibu kota Provinsi Gorontalo menuju destinasi wisata Boalemo, Pantai Kota Ratu termasuk destinasi wisata terdekat daripada Pantai Bolihutuo dan Pulo Cinta. Akses jalannya mudah dilalui. Oleh sebab itu, gejolak memajukan daerah lewat destinasi wisata Pantai Kota Ratu akan semakin mudah dilakukan. Faktor pendukung destinasi wisata menjadi prioritas pemerintah.

Beberapa faktor pendukung destinasi wisata antara lain (1) sumber daya alam, (2) infrastruktur, (3) sarana suprastruktur, (4) transportasi, (5) jasa masyarakat lokal, (6) memiliki potensi sejarah dan budaya, (7) memberikan nilai wawasan, dan (8) keterlibatan pemerintah (Lewwis and Chambers, 1990). Merujuk pada pandangan tersebut, sumber daya alam Pantai Kota Ratu memenuhi syarat sebagai destinasi wisata berbeda dari destinasi wisata lainnya di Gorontalo.

Demikian juga dengan infrastuktur, pemerintah sedang mengintervensi agar Pantai Kota Ratu dapat terpenuhi seluruh infrastruktur penunjang sehingga Pantai Kota Ratu kelak menjadi destinasi wisata favorit. Barangkali satu hal yang perlu digalakan kembali adalah kearifan lokal. Kearifan lokal menjadi daya tarik tersendiri dan dapat memberikan wawasan kepada para wisatawan tentang budaya Gorontalo.

Sebetulnya jika ditinjau dari berbagai perspektif, kunci suksesnya pariwisata terbagi atas tiga pilar yakni Aksesibilitas, Amenitas dan Atraksi (3A). Aksesibilitas merupakan cara untuk menyediakan sarana transportasi publik bagi wisatawan. Transportasi publik turut berpengaruh pula pada biaya, waktu dan jarak. Menurut Peraturan Pemerintah nomor 50 tahun 2011, pengembangan aksesibilitas pariwisata diatur dalam dua pasal yaitu,

  1. Pembangunan aksesibilitas pariwisata, meliputi (a) penyediaan dan pengembangan sarana transportasi angkutan jalan, sungai, danau dan penyeberangan, angkutan laut, angkutan udara, dan angkutan kereta api, (b) penyediaan dan pengembangan prasarana transportasi angkutan jalan, sungai, danau dan penyeberangan, angkutan laut, angkutan udara, dan angkutan kereta api, dan (c) penyediaan dan pengembangan sistem transportasi angkutan jalan, sungai, danau dan penyeberangan, angkutan laut, angkutan udara, dan angkutan kereta api.
  2. Pembangunan aksesibilitas pariwisata sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dimaksudkan untuk mendukung pengembangan pepariwisataan dan pergerakan wisatawan menuju destinasi dan pergerakan wisatawan di dalam DPN.

Melihat penjelasan tersebut, aksesibilitas menuju Pantai Kota Ratu terbilang mudah terjangkau bila dilihat dari transportasi publik, biaya dan waktu. Wisatawan tak perlu berlamalama menahan kerinduannya terhadap Pantai Kota Ratu. Jarak tempuh dari bandara, terminal, dan tempat pelayanan publik yang ada di Provinsi Gorontalo dapat terjangkau dengan cepat.

Kesuksesan destinasi wisata Pantai Kota Ratu turut memacu perputaran ekonomi dan pendapatan daerah lain di luar Kabupaten Boalemo. Sebab bandara berada di Kabupaten Gorontalo, terminal dan pelayanan publik lainnya banyak berada di Kota Gorontalo. Kabupaten/Kota tempat persinggahan itulah turut menikmati peningkatan ekonomi dan pendapatan masyarakat.

Di lain sisi, selain akses, amenitas menjadi hal berarti dalam menyukseskan pariwisata. Amenitas adalah semua bentuk fasilitas yang memberikan pelayanan bagi wisatawan untuk segala kebutuhan selama tinggal atau berkunjung pada suatu daerah tujuan wisata, seperti hotel, motel, restoran, shopping center, souvenir shop. Amenitas Pantai Kota Ratu terus dikembangkan. Secepatnya. Tahun ini hingga tahun-tahun mendatang. Terakhir, suksesnya pariwisata ditopang oleh atraksi.

 Atraksi menentukan jumlah pengunjung. Semakin tinggi daya tarik destinasi wisata, semakin banyak pula wisatawan yang berkunjung. Atraksi bisa berupa daya tarik alam, budaya, kerajinan tangan, dan kegiatan kerakyatan lainnya. Sudah semestinya momentum kegiatan pemerintah lebih banyak diarahkan ke destinasi wisata Pantai Kota Ratu. Hal itu dilakukan untuk mempromosikan destinasi wisata Pantai Kota Ratu ke khalayak.

Kita belum terlambat untuk memajukan daerah. Sumber daya alam dan sumber daya manusia memenuhi syarat untuk itu. Pemerintah dan masyarakat merupakan dua elemen penguat dalam memajukan daerah. Lewat destinasi wisata Pantai Kota Ratu perwujudannya. Mari jaga sumber daya alam kita. Destinasi wisata adalah solusinya. Kelak, Boalemo akan membawa nama Gorontalo menuju destinasi wisata mendunia. (***)

243 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Berita Terkait Lainnya