Mata Kabgor Opini Mata

Piala ADIPURA, ‘Bundtato’ di Awal Tahun dan Isyarat yang Tersirat 

Oleh : Ali MobiliU – Penulis

Mata Gorontalo (Opini) – Prestasi Pemerintah Kabupaten Gorontalo mempersembahkan Piala ADIPURA pada awal tahun 2019 ini, merupakan awal yang baik. Paling tidak, prestasi ini merupakan Bundtato atau pembukaan raihan prestasi dan kiprah pemerintahan yang mengandung isyarat dan pertanda baik sepanjang tahun 2019 ini.

Dalam perspektif masyarakat Gorontalo, sesuatu pembuka atau yang pertama kali terjadi dalam dalam moment-moment tertentu disebut dengan istilah Bundtato. Istilah ini mengandung 2 pertanda, yakni pertanda  yang baik dan pertanda buruk.  Dalam usaha jual-beli misalnya, seorang pedagang atau pemilik toko yang baru saja membuka tokonya di pagi hari dan ternyata yang datang berkunjung untuk pertama kalinya di pagi itu seseorang yang hanya ingin “berutang”, maka sang pedagang sudah pasti “uring-uringan” tidak akan melayani karena itu “pertanda buruk” untuk hari itu. Sebaliknya, jika begitu toko dibuka dan yang pertama kali datang membeli  seorang wanita hamil tua misalnya, maka hal itu dianggap sebagai “Bundtato” yang mengandung isyarat dan pertanda baik berupa kemujuran di hari itu.

Bupati Gorontalo, Nelson Pomnalingo saat menerima Piala Adipura yang diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla

Bundtato atau pembuka, bagi siapapun yang tengah bekerja atau berusaha, apalagi bagi seorang penjual di Gorontalo zaman dulu, dimaknai sebagai  “Hu’O” atau Hu’Owa” Lo riziki  “Terbukanya pintu rezeki pada awal momen-moment tertentu yang seakan menjadi penentu moment selanjutnya. Jika “Hu’o Lo Pindtu”  baik, maka diharapkan akan terus baik dan bahkan diyakini berakhir dengan baik.

Meski dianggap sesuatu yang irasional di zaman sekarang, namun satu hal yang tidak bisa kita pungkiri bahwa hidup kita senantiasa dilingkupi oleh 2 fenomena yang tersurat dan yang tersirat. Kita terkadang hanya terfokus memperhatikan fenomena yang tersurat, sementara isyarat-isyarat yang tersirat, tidak dalam bentuk teks dan tidak berwujud sering kita abaikan. Padahal, fenomena yang tersirat, jauh memiliki kekuatan karena mengandung spirit dan energi psikis yang memiliki dampak luar biasa.

Bundtato, dalam perspektif para leluhur Gorontalo mengandung pengajaran bahwa setiap menghadapi atau memasuki moment-moment tertentu harus dimulai dan diawali dengan sesuatu yang baik-baik. Paling tidak, setiap memulai hari yang baru, orang Gorontalo senantiasa diajarkan untuk memulai dan mengawali harinya dengan hal yang baik- baik, penuh semangat, optimisme dan senantiasa bersyukur.  Istilah Bundtato secara tersirat mengajarkan kepada orang Gorontalo untuk tidak memulai harinya dengan “berutang” karena hal itu menjadi bagian dari perbuatan yang kurang baik dan bahkan akan menyusahkannya suatu ketika.

Bupati Nelson Saat memperlihatkan Piala Adipura didampingi Kepala Kejaksaan Negeri Kabugor dan Organisasi Kambers

Dalam konteks penghargaan Piala Adipura yang berhasil digondol oleh Pemerintah Kab. Gorontalo di awal tahun 2019, selain hal itu menjadi bukti atas pengakuan terhadap upaya dan kerja keras seluruh elemen Pemerintahan di Kab. Gorontalo di bidang lingkungan hidup, juga dapat dipandang sebagai Bundtato di awal tahun yang semestinya  dapat membangkitkan adrenalin dan energi bagi pemerintahan di Kab. Gorontalo untuk terus berkiprah, bekerja, berkinerja dan  berprestasi, paling tidak di sepanjang tahun 2019 ini.  Artinya, Piala ADIPURA yang diraih ini adalah awal dari sebuah prestasi di awal tahun untuk selanjutnya akan menyusul prestasi demi prestasi yang menjadi sumber kebanggaan, sumber  inspirasi dan semangat untuk terus berkerja dan berkarya bagi daerah ini. (***)

183 kali dilihat, 9 kali dilihat hari ini

Berita Terkait Lainnya