Mata Tokoh Opini Mata Suara LSM

Politik Nelson, Belajar Dari Djabar Bahuwa

Oleh : Nurhadi Taha - Penggiat LITERASI

Mata Gorontalo (Opini Mata) – Saat itu terasa udara menyengat tubuh setiap manusia, semua orang berbondong – Bondong mendatangi kediamaan Maimuna ( (ONI) Binti Puhi, telah Lahir tepat pada Tanggal 15 mei 1945 Seorang Anak laki – Laki Yang di beri nama Djabar, anak Dari Seorang Guru dari Sekolah Rakyat Di Kecamatan Telaga.

Kelahiran Djabar Bahuwa jika di Kaitkan dengan perjuangan Rakyat Gorontalo , Maka Kelahiran Djabar Bahuwa tepat pada 3 Tahun , 3 Bulan dan 22 Hari setelah Hari Patriotik 23 Januari 1942, yaitu saat Nani Wartabone bersama Seluruh Rakyat Gorontalo mengikrarkan diri bebas dari Penjajahan.

Sang Ayah Matulu Bahua, melalui proses yang panjang dan Diskusi yang Alot memberi Nama anaknya yang tercinta Abdul Djabbar, salah satu Nama dari asmul Husna, yang bermakna Hamba Allah yang maha kuasa, Abdul Djabbar Juga Adalah Nama Atau Panggilan Nabi Muhamad Saw di Alam Jin.

Sosok Abdul Djabbar Bahuwa, Semenjak ia Remaja sudah terlihat Talenta Kepemimpinannya , saat usia Remaja ia Melanjutkan Studinya Sekolah Pertanian Menengah Atas ( SPMA ) Negeri Makasar, atas Semangat yang di berikan Sanak Familinya Akhirnya ia Berangkat Ke Maros Makasar , bersama Kakaknya Ahim M Bahua, di sini Djabar Bahuwa memulai Talenta Kepemimpinannya Ia di percaya oleh Teman – Temannya Sebagai Ketua Asrama, di sinilah kemampuan Anak Rantau Djabar Bahuwa itu terlihat ia mampu meyakinkan teman Temannya arena perilakunya yang baik itu ia di pilih oleh Teman temannya bayangkan saat itu ada banyak siswa dari berbagai daerah tetapi Djabar Bahualah yang di percaya untuk memimpin Asrama di sekolah sehebat itu pada zamannya.

Bagi Djabar Bahuwa ia Senantiasa memegang prinsip ” Biarlah Air Mengalir, Akhirnya Ke Laut Juga, ia Yakin Bahwa Setiap Masa Ada Orangnya , Setiap Orang Ada Masanya, Maka tidak heran dalam Hidupnya ia selalu ia Selalu optimis dalam mengarungi kehidupannya.

Ia Selalu Hidup Sederhana Dan Disiplin perilaku ini sudah terbiasa saat ia kecil dan Remaja hingga iapun berada pada puncak karier kehidupannya pun ia tetap memelihara hidup sederhana dan Disiplin. Saat Menjadi Anggota Legislatif beberapa Kali Periode Djabar Bahuwa Tak Pernah Merenovasi Rumahnya, baginya ini bukan Soal Beliau Tak Mampu tetapi ia mencoba dengan tidak merenovasi Rumahnya ia berharap Masyarakat tetangganya mudah menemuinya, ketimbang harus memakai penjagaan yang ketat seperti Rumah para pejabat lainnya. Pada Tahun 1972 pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo Meminta untuk menjadi camat dan Pns Tetapi Itu di tolaknya karena baginya ia lebih suka mengabdikan dirinya ke masyarakat pada umumnya tanpa ada intrik intrik dari kekuasaan yang coba membayang bayanginya, dan justru ia akan mengkebiri Hak – Hak Rakyat.

Dan pada saat itu Alhamdulilah Prinsip hidupnya itu membawa Djabar Bahuwa menjadi Anggota Legislatif PPP Kabupaten Gorontalo.

Ada banyak Suka Dukanya sebagai Sosok Politisi ia pernah juga Jatuh Dan bahkan di Curangi tetapi ia Sabar dan tetap berpegang teguh pada pendirian sebagai Sosok Kader partai pada pemilu Tahun 1991 Djabar Bahua menjadi salah Seorang Calon Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara Djabar Bahua mewakili Unsur NU ia di tempatkan pada Nomor urut 11 dan ternyata hasil pemilu 1999 PPP beroleh 128.0000 suara untuk 3 Kursi di DPRD Sulawesi Utara sedangkan Suara PPP Kab Gorontalo dan Kota Gorontalo berkisar 79. 0000 Namun Seusia kebijakan DPW PPP Provinsi Sulawesi Utara pada Saat itu Djitro Tamamengge, ( Calon Nmr urut 1) unsur SI dan Calon Nomor urut 2 Syahrul Poli Unsur ( MI) dan Calon Nmr urut 4 Salim Gobel ( Unsur SI) nama Djabar tidak di tetapkan tetapi ia tetap setia bersama PPP karena baginya berpartai politik itu bukan soal Duduk Atau Tidak tetapi soal mengabdikan diri kepada umat itu yang lebih penting.

Djabar Bahuwa adalah Sosok yang menyejukkan ia menjadi penengah, di dalam konflik saat Gorontalo di Gubernur Fadel Muhamad ia menjadi penasehat Fadel Muhamad bahkan Fadel Senantiasa Berguru Pada Djabar Bahuwa Soal Karakter Masyarakat Gorontalo , Ia Menjadi Tokoh yang pengaruh padahal Djabar tak punya Kekuasaan Seperti PPP hari ini , banyak Tokoh partai politik Belajar kepadanya ia menjadi teladan Di tengah Krisis Keteladanan dan Krisis kepercayaan para politisi.

Ia mampu membangun Semangat para Kader partai politik sehingga tidak heran di eranya PPP mampu membangun Gedung Kantor yang megah, Juga punya keterwakilan Di DPR RI . Semua kita semestinya belajar pada Sosok Djabar Bahua, soal keteladanan dalam Berpartai Politik, PPP Di Era Nelson Semestinya membangkitkan Semangat Seperti Di Era Djabar Maka PPP Tidak Saja Menjadi pemenang tetapi Menjadi Contoh untuk Partai Politik Lainnya soal Keteladanan Dalam Berpartai Politik.

Doa Kami Semua untukmu Ka Barry Om Djabar Bahuwa Semoga Nilai – Nilai Keteladananmu, Semangatmu akan Terukir dan menjadi penerang bagi kami Semua para Rakyat Gorontalo, kita Rindu kehadiran Djabar Bahuwa Hari ini Esok Summa Alfateha……… Djabar Bahuwa….. (***)

153 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Berita Terkait Lainnya