Opini Mata

Rachmad Gobel, Branding Gorontalo Untuk Indonesia Dan Dunia

Oleh : Rio (Kardus) Abdurachman Podungge

Mata Gorontalo (Opini) – Orang banyak mengenal saya dengan nama Rio Kardus, karena Kardus adalah nama sebuah perusahaan komunikasi yang saya bangun. Nama lahir saya adalah Rio Abdurachman Podungge. Podungge adalah nama marga saya dan sebagian masyarakat Gorontalo mengenal nama Podungge dari kakek saya: Yahya Podungge atau bisa di panggil Paci Nurjana (saya memanggilnya Opa Paci).

Karena lahir dari kedua orangtua Gorontalo, ayah fam Podungge dan (alm) ibu fam Tumulo, maka tanah Gorontalo adalah gravitasi dalam kehidupan saya.

Sekalipun saya hidup lama di tanah Jawa, tapi panggilan untuk Gorontalo ini tidak pernah hilang dalam darah saya. Dan di ujung masa kampanye Pemilu 2019 ini saya ingin menyuarakan bisikan batin saya sebagai ajakan untuk teman-teman dan keluarga saya yang memiliki hak pilih di Gorontalo untuk memilih Rachmad Gobel sebagai wakil rakyat di DPR RI dari Gorontalo.

“Sejak lebih dari 70 tahun berkiprah di dunia usaha, nama Gobel telah menjadi brand nasional yang mewakili identitas industri tanah air. Tetapi lebih dari itu, Gobel mewakili semangat kontribusi dari daerah yang jarang diperbincangkan sebelumnya, yaitu Gorontalo. Sejak masih berada di dalam propinsi Sulawesi Utara, nama Gorontalo muncul seringkali bersamaan dengan pengetahuan mengenai kelompok usaha Gobel.”

Gorontalo adalah tanah leluhur RG. Dan kelompok usaha Gobel menunjukkan satu hal penting bahwa sebuah daerah kecil seperti Gorontalo dikenal bukan sekedar karena kebudayaannya tetapi karena kontribusi besar putra terbaiknya untuk Indonesia. Gorontalo muncul dalam perbincangan publik tanah air karena prestise yang diciptakan oleh karya kelompok usaha Gobel.

Gelar adat “Ti Bulilango Hunggia” atau Pemberi Cahaya Negeri yang dianugerahkan oleh masyarakat Gorontalo untuk Rachmad Gobel menggambarkan kontribusi besarnya untuk tanah leluhur. Gelar ini seperti merangkum kontribusi keluarga Gobel yang dimulai sejak Thayeb Muhammad Gobel memulai usaha. Sang ayah yang menyalakan cahaya sementara Rachmad Gobel yang memberikan cahaya itu hingga ke pelosok negeri…”

Penggalan surat di atas saya buat beberapa bulan silam untuk menceritakan bahwa sejatinya Rachmad Gobel telah menjadi wakil rakyat Gorontalo untuk branding Gorontalo di nasional bahkan di pentas dunia.

Rachmad Gobel adalah orang baik dan ini bukan sekedar kata-kata manis dari saya. Dia tumbuh dan besar dari dunia yang lurus. Mengumpulkan rejeki dari jalan wirausaha. Membangun kebesarannya dengan kerja keras. Usahanya terus berkembang maju karena kemampuan Rachmad membangun jaringan. Untuk semua yang telah dibangunnya, beribu kesempatan diberikan kepada anak bangsa. Dia telah menempuh jalan yang mulia.

Bangsa ini beruntung ketika Rachmad Gobel dipercaya menjadi Menteri Perdagangan. Banyak perubahan yang dilakukan dalam periode jabatannya. Manakala dia digantikan, RG ikhlas menerima. Tidak seperti banyak pejabat lain yang kemudian jadi barisan sakit hati, Rachmad Gobel yang saya kenal adalah pribadi yang loyal. Baginya, yang sudah mencapai semua hal yang diimpikan banyak orang, jabatan adalah amanah.

Dia paham, begitu banyak jalan pengabdian untuk bangsa. Sekarang RG merintis jalan melalui dunia parlemen. Dia maju sebagai Calon Anggota DPR RI. Partai Nasdem benar-benar beruntung ketika Rachmad Gobel memilihnya sebagai kendaraan politik. Di tengah sinisme banyak masyarakat terhadap politisi, ia menjadi jawaban atas mimpi masyarakat untuk mendapatkan wakil rakyat yang berkualitas, berkarakter serta memiliki etos pengabdian tanpa pamrih.

Saya percaya, parlemen butuh orang baik seperti Rachmad Gobel. Saya yakin, bagi pribadi yang sudah memiliki segalanya seperti dia, kursi DPR bukan ajang untuk mencari rejeki tetapi lahan pengabdian.

Seluruh testimoni yang saya tuliskan tentu tak lepas dari subjektivitas hubungan saya dengan keluarga Gobel. Kakek saya, Paci Nurjana, adalah sahabat Thayeb Gobel; orang tua saya pernah bekerja di Perusahaan Gobel; dan saya secara pribadi sangat dengan dengan Abdullah gobel (Ducko) adik Rachmad Gobel yang saat ini menjadi CEO di PT. Panasonic Gobel. Juga tentunya hubungan pribadi saya dengan Rachmad Gobel.

Namun, subjektivitas hubungan saya ini semoga tidak menihilkan kebenaran dalam kenyataan kiprah keluraga Gobel pada Gorontalo dan tanah air.

Surat ini lahir dari ke khawatiran saya bahwa orang baik ini mungkin bisa kalah oleh kotornya politik, orang baik akan berkampanye dengan cara baik dan dia akan melihat kompetisi ini adalah kompetisi yang jujur-jujur saja.

Saya khawatir kotornya politik akan menghadang jalan orang baik ini, Walau nama Rachmat Gobel tentu tidak akan padam dengan dia terpilih atau tidak terpilih dalam pileg nanti. (***)

351 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Berita Terkait Lainnya