Mata Tokoh

Rachmad Gobel, Kepribadian dan Nilai Seorang Pemimpin

Mata Gorontalo (Tokoh) – Kata melayani amat mudah dijanjikan, namun banyak pemimpin sulit untuk melakukannya. Kepribadian pemimpin yang berhasil tidak hanya dilihat dari ketinggian ilmu, wawasan juga jabatannya. Namun seperti yang kita ketahui, pohon padi yang semakin berisi pasti akan semakin merunduk seiring mempersembahkan buah padi yang terbaik demi memberikan prestasi yang sempurna.

Hal ini tentu menggambarkan sosok pemimpin yang sangat dirindukan oleh seluruh rakyat Indonesia termasuk yang ada di Provinsi Gorontalo, kegersangan atas pelayanan termasuk responbility yang tanggap bertindak dengan kemampuan untuk menangani setiap detail masalah yang berhubungan dengan orang banyak, dewasa ini sungguh sangat langka.

Ditengah Kegersangan tersebut, dibutuhkan sosok figur yang mampu ber ‘Aerokinesis’ untuk mengubah paradigma ekstrim terhadap kepribadian pemimpin,  yang selama ini masih dicari untuk membangun serta menyelesaikan permasalahan besar bangsa ini. Hal ini tentu berbicara tentang kepemimpinan yang bukan hanya sekedar masalah prestise pada jabatan yang dimiliki, bukan hanya sekedar kedudukan, kekuasaan dan bukan sekedar memiliki pengetahuan intelektual yang tinggi mengenai kepemimpinan. Tetapi Harus ada keseimbangan antara kemampuan intelektual dengan kepemilikan karakter pribadi yang baik dan dibangun dari pengembangan kualitas kemampuan emosional dan spiritualnya.

Berbicara tentang Kepribadian, Psikologi Individu Rachmad Gobel adalah ciri pemimpin yang bekerja dengan hati dan niat tulus ikhlas. Semangat membangun dengan didasari kerendahan hati, melayani tanpa mengunggulkan dirinya adalah ciri khas Pria kelahiran 3 September 1962 itu. Hal ini sangat penting dalam konsep kepemimpinan yang mutlak karena selain niat, konsep membangun dengan hati merupakan dasar otentik dan keutamaan yang mampu membawa khalayak menuju gerbang perubahan sesungguhnya.

Memiliki pribadi yang melayani dan membangun dengan hati serta niat tulus ikhlas, selalu terpatri pada ayah dari Mohammad Arif Gobel dan Nurfitria Sekarwillis Kusumawardhani itu. Memperhatikan sekaligus membangun Sumber Daya Manusia (SDM), tak luput dari sosok yang juga dikenal sebagai pemersatu para tokoh di Gorontalo itu. Tidak  membeda – bedakan suku, agama, ras, antar golongan, gender, dan kelas mana dia berasal, membuatnya selalu memprioritaskan yang terpenting buat orang banyak dan bukan untuk kepentingan golongannya sendiri. Sebagai daerah yang menjunjung tinggi adat dan budaya, maka tidak salah jika mantan menteri perdagangan RI itu diberikan gelar adat “Ti Bulilango Hunggia” atau “Pemberi Cahaya Negeri” pada tahun 2000 silam.

Nilai kepemimpinan itu sendiri menurut Rachmad Gobel adalah bagaimana mampu mengembangkan segala hal termasuk membangun SDM yang mumpuni untuk proyeksi positif masa depan daerah. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam sebuah kepemimpinan, tentu dibutuhkan totalitas berdasarkan niat tulus yang ikhlas membangun sebagai acuan untuk menilai kinerja dari pemimpin itu sendiri. Ketulusan hati sebagai ‘imam’ dalam memimpin ‘mukmin’ kearah yang baik tentu dapat memberikan tauladan kepada seluruh umat sebagai sebuah arti dari nilai kepemimpinan.

Doktor Kehormatan dari Chuo university (2004) ini menambahkan bahwa peran pemimpin sangat ditentukan dengan kemampuan untuk menentukan arah dan mampu menggerakan seluruh elemen dalam peningkatan kualitas khalayak untuk berjalan kearah atau tujuan yang sama. Mampu berkomunikasi secara terbuka dan tulus  serta menghasilkan sinergi antar elemen masyarakat juga menjadi pribadi yang mengadopsi arti persahabatan termasuk mampu membuat inovasi dalam meningkatkan taraf SDM dari yang biasa ke hal yang luar biasa pun menjadi nilai tersendiri dan mutlak dimiliki oleh pemimpin. (Adv)

186 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Berita Terkait Lainnya