Mata Kabgor

Selangkah Lagi, Kasus Caleg PDI Perjuangan Dikabgor Dimeja Hijaukan

Mata Gorontalo (Kabgor) – Penegakan peraturan pemilu tidaklah main-main ketika para peserta pemilu melakukan pelanggaran tentu akan di tindaki dengan tegas sesuai perundang-undangan yang ada.

Oleh karena itu, penegasan terhadap salah satu yang diduga melakukan pelanggaran pemilu, telah di proses antara gakumdu dan berkas sudah dinyatakan memenuhi syarat oleh penyidik dan tersangka serta barang bukti sudah di serahkan ke jaksa penuntut umum.

Terkait dengan penyerahan tersangka dan barang bukti tersebut kepala kejaksaan negeri kabupaten Gorontalo Dr. Supriyanto.SH menyampaikan bahwa pihaknya sudah menerima dan akan segera menindaklanjutinya.

” Iya benar bahwa kami jaksa penuntut umum (JPU) telah menerima berkas tersangka dan barang bukti dari penyidik dan proses ini sudah melalui mekanisme yang cukup panjang mulai dari pembahasan di tingkat sentra gakumdu dan rapat pleno komisioner bawaslu serta di lanjutkan di tingkat penyidik dan melalui penelitian penuntut umum berkas yang di kirim oleh penyidik sudah memenuhi persyaratan formil maupun materil dan pasal yang di sangkakan sehingga sudah di terbitkan surat P21,” Jelas Supriyanto.

Selanjutnya Supriyanto menjelaskan bahwa rentang waktu yang diberikan itu terbatas, Dimana JPU hanya diberikan waktu selama 5 hari untuk mempersiapkan tuntutan itu sebelum dilimpahkan ke pengadilan.

” kami telah menerima tanggung jawab tersebut dan selanjutnya akan mempersiapkan berkas ke tahap berikutnya yaitu ke tahap penuntutan, penuntut umum hanya punya kesempatan waktu lima hari (5hari) untuk mempersiapkan penuntutan ini untuk di limpahkan ke pengadilan agar kasus ini segera mendapatkan kepastian hukum, dan proses pengadilan itu sendiri hanya memiliki waktu tujuh hari untuk meyidangkan perkara ini, dan Berdasarkan kajian subjektif maupun objektif kami belum melakukan penahanan terhadap tersangka “. Tukas Kajari supriyanto.

Di tempat yang sama Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran (HPP) Bawaslu Kabupaten Gorontalo, Moh. Fadjri Arsyad menyampaikan bahwa pihaknya sudah melaksanakan penindakan tersebut sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang berlaku. Sehingga kasus yang melibatkan Caleg dari Partai PDI perjuangan itu telah berstatus p21.

” kami dari bawaslu sudah melakukan mekanisme dan prosedur yang ada bahwa sebelumnya kami dalam menangani perkara ini sudah melakukan klarifikasi kepada yang bersangkutan IA dan tahapan pleno gakumdu sudah di lakukan olehnya kasus ini sudah sampai pada tahap P21, dan kami berharap perkara yang sudah memenuhi persyaratan ini segera di tindaki sesuai peraturan yang ada, tersangka diduga melakukan pelanggaran pemilu dengan menggunakan alat peraga kampanye (APK) menjanjikan, umroh, rukun duka senilai 50 juta, Panjat Pinang 5 juta, dan pembebasan pajak dibawah 200 ribu rupiah inilah konten yang di anggap oleh bawaslu sesuai undang-undang nomor 07 tahun 2017 melanggar “. Fadjri.

Fadjri menambahkan bahwa untuk penindakan terkait dengan pencoretan terhadap tersangka dari Daftar Calon Tetap itu, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada KPU Kabupaten Gorontalo.

“Dan terkait pencoreta terhadap tersangka di daftar (DCT) kami serahkan sepenuhnya kepada komisi pemilihan umum (KPU) sembari menunggu putusan dari pengadilan terkait perkara ini “. Tutup Fadjri. (mg4)

168 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Berita Terkait Lainnya