Opini Mata

Sempat Menjadi Perkara Nasional, Putusan DarWis Moridu Dinanti

Oleh : Jeffry As. Rumampuk

Mata Gorontalo (opini) – Menengok perkara pelanggaran Pemilu yang melibatkan Bupati Kabupaten Boalemo H. Darwis Moridu, Yang hari ini diputuskan oleh majelis hakim pada pengadilan negeri Tilamuta pun menarik untuk diulas. Pasalnya, perkara yang didengar sempat menjadi perhatian tokoh-tokoh Politik Nasional ini menjadi representatif stabilitas Pemilu di Provinsi Gorontalo.

Seperti diketahui, perkara yang bertolak dari legiatan pembagian sembako oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo itu, membuat Darwis Moridu tak mampu menahan emosi akibat Lambatnya kegiatan yang dimaksud. Dasar ini Darwis menilai Pemerintah Provinsi Gorontalo telah menyiksa rakyatnya karena selama 8 jam menunggu kedatangan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie. Darwis pun tak mampu menahan emosinya sehingga kekesalannya diluapkan pada kampanye terbatas PDI Perjuangan di Desa Buti Kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo pada medio februari silam.

Sebelumnya aksi saling lapor melapor hampir terjadi antara pihak Pemerintah Provinsi Gorontalo dan dari kubu bupati Darwis, namun hal itu tidak sempat dilakukan karena ada kesepakatan yang terjadi pada tanggal 10 Februari 2019 walau akhirnya kesepakatan itu dicederai oleh salah satu pihak dengan tetap melanjutkan perkara yang kita ketahui diputuskan hari ini.

Pada awalnya perkara ini dinilai biasa saja, sebagai efek jeralah dan lain alasan sehingga akhirnya dijalani oleh Bupati yang lahir dari proses independent itu. Berbagai tanggapan dan prakira pun mulai muncul dipermukaan, Darwis Moridu yang disebut kasar dan tak tau menjaga mulut pun bertentangan dengan penilaian masyarakatnya. Sebahagian Masyarakat sangat mendukung proses peradilan itu, namun tidak sedikit yang mensuport Pasangan Anas Jusuf itu karena alasan utamanya adalah demi membela kepentingan rakyat di Kabupaten Boalemo, Dimana Darwis yang tidak mau rakyatnya dikorbankan demi kepentingan politik salah satu partai yang juga koalisi dalam pemenangan Calon Presiden RI, pun akhirnya membuat perkara ini dilirik oleh elite politik nasional sebagai salah satu perkara yang “mesti diselesaikan”.

Darwis yang selalu koperatif pada setiap tahapan perkaranya ini pun menjalani sidang perdananya dengan suka cita dan penuh keikhlasan, Darwis pun meminta izin kepada masyarakatnya untuk mengikuti proses persidangan yang kemudian diiringi permintaan agar selalu memperhatikan stabilitas daerah yang merujuk dari surat terbuka kepada masyarakat se Kabupaten Boalemo. Disidang perdana ini semuanya berjalan normal hingga akhir pelaksanaannya, namun disidang kedua darwis tidak dapat mengikuti karena alasan sakit.

Pada sidang selanjutnya dengan agenda keterangan saksi ahli dari pihak pelapor, Darwis dengan penuh kesadaran sebagai warga negara yang baik mengikuti prosesnya hingga pukul 24.00 Wita. Namun hal itu tidak nampak di proses sidang ke empatnya, sempat diwarnai insiden Darwispun tak mampu menahan emosinya karena ekspresi jawaban dari pertanyaan berulang yang dinilai telah menguras tenaganya, disamping faktor umur menjadi alasan berikut waktu yang terbagi dengan tugas utamanya sebagai pelayanan rakyat.

Dilanjutkan pada agenda pembacaan tuntutan, oleh jaksa penuntut umum yang berjulah 5 orang inipun menuntut darwis dengan Menjatuhkan pidana penjara pada terdakwa H. Darwis Moridu alias ka Daru tersebut karena kesalahannya itu dengan pidana penjara selama 1 bulan dengan ketentuan pidana tersebut tidak perlu dijalani kecuali jika kemudian hari ada putusan hakim yang mengatakan terdakwa bersalah melalukan tindak pidana sebelum masa percobaan 3 bulan berakhir dan denda sebesar Rp. 15.000.000 subsider 1 bulan kurungan menanggapi tuntutan Itu, Darwis pun menegaskan bahwa apa yang dilakukannya pada pukul 02.00 Wita Dini hari tertanggal 3 April 2019, adalah perbuatan yang tidak disengaja atau telah direncanakan. Kata Darwis Hal itu adalah sikap kegelisahan hati terkait kesengguhannya dalam membela rakyat di Kabupaten Boalemo. Selanjutnya, Darwis tidak berniat untuk menghina atau menyinggung majelis hakim, pria yang juga pengusaha jagung itu pun mengakui bahwa didalam menjalani proses persidangan, dirinya meminta kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Boalemo agar tetap menjaga stabilitas daerah serta menyerahkan seluruh persoalan hukum yang menyeretnya itu kepada majelis hakim dan persidangan yang terhormat.

Melihat seluruh rangkaian tersebut, dapat kita simpulkan bersama bahwa Darwis Moridu sebenarnya tidak berniat untuk menyeret rakyat dan atau mengatasnamakan rakyat pada persoalan yang dihadapinya. Hal ini dapat dilihat dari kesungguhan darwis untuk terus dan patuh menjalani serangkaian proses peradilan yang telah menyita waktu, pikiran dan tenaganya. Disamping stabilitas daerah tentu konstalasi Pemilu 2019 menjadi alasan utama Darwis Ikhlas menduduki kursi pesakitan itu.

Mari kita nantikan bersama hasil putusan majelis hakim pada pengadilan negeri Tilamuta, Dengan agenda pembacaan putusan perkara pelanggaran pemilu dengan terdakwa H. Darwis Moridu, yang direncanakan akan digelar pada Hari ini senin, 8 April 2019. Semoga perkara yang melibatkan 2 warna ditubuh koalisi petahana ini bisa menghasilkan yang terbaik, mengingat tanggung jawab Darwis Moridu dihadapan rakyat dan koalisinya sangat besar serta kewajibannya terhadap negara sebagai abdi masyarakat yang juga dituntut maksimal. (***)

327 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Berita Terkait Lainnya