Mata Boalemo

Tak Paham Dengan Isi Rancangan Undang-Undang, Masa Aksi Menyayangkan Sikap DPRD Boalemo

Mata Gorontalo (Daerah) – Kabupaten Boalemo Ratusan Mahasiswa yang tergabung dari berbagai elemen Organisasi di Boalemo kembali turun ke jalan melakukan unjuk rasa, Senin(07/10).

Massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Mahasiswa Peduli Demokrasi (APMPD) itu melakukan long march menuju kantor DPRD Kabupaten Boalemo.

Muharmawanto Uwade selaku orator menyampaikan tuntutan masa aksi antara lain menuntut RUU KUHP, UU KPK, UU Pertanahan, dan berbagai kebijakan pemerintah yang tidak pro Rakyat.
” Pada hari ini kami turun kejalan atas dasar hilangnya legitimasi masyarakat terhadap Dewan Perwakilan Rakyat karena perumusan rancangan undang-undang dan kebijakan pemerintah yang tidak pro pada rakyat lagi” ungkap pemuda yang akrab disapa Joko ini.

Masa yang diterima oleh pimpinan DPRD Lahmudin Hambali diruang sidang DPRD langsung melakukan Rapat Dengar Pendapat dengan beberapa anggota dewan lainya.

Namun pada saat diskusi berlangsung, massa aksi menyayangkan beberapa anggota DPRD yang belum sepenuhnya mengetahui isi dari beberapa rancangan undang-undang .
“Kami sangat menyayangkan bapak dan ibu wakil rakyat yang kami harapkan peka terhadap rancangan undang-undang yang tidak pro terhadap rakyat lagi malah tidak mengetahui isi dari rancangan undang-undang ini”.

Diskusi inipun berakhir dengan penandatanganan ultimatum yang ditandatangani oleh pimpinan DPRD yang diwakili oleh Lahmudin Hambali serta Jenderal Lapangan Nanang Syawal. (mg6)

209 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Berita Terkait Lainnya