Mata Bonbol

Tuntutan Penanganan Perkara Di Kejati Gorontalo, Ini Penjelasan Aspidsus Farhan

Mata Gorontalo (Daerah) Bone Bolango – Tuntutan untuk meminta pihak Kejaksaan TInggi Gorontalo terus melakukan penyelidikan terkait berbagai kasus dugaan Korupsi di Gorontalo, terus disuarakan. kali ini Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Gorontalo pada Rabu, (3/7) melakukan aksi damai di depan Gerbang Gedung Kejaksaan Tinggi Gorontalo. Hal ini berkaitan dengan aspirasi yang menanyakan dan mengkarifikasi berbagai isu terkait penanganan kasus Korupsi di Provinsi Gorontalo, Diantaranya kasus Bansos di Kab.Bonbol, kasus Gedung DPRD Kab.Gorontalo, dan kasus GORR.

Masa aksi yang diterima Asisten Pidana Khusus Farhan,SH.,MH, Asisten Intelejen Ardito Muwardi,SH.,MH dan Anggota TIm GORR Marcelo Bellah pun menjelaskan didepan masa aksi  bahwa proses penyidikan terkait kasus Gedung DPRD Kab. Gorontalo telah sampai tahap 95 persen. Hal ini  menunggu hasil BAP dari pihak ahli BPKB terkait Kerugian negara sesuai hasil laporan perhitungan awal pihak BPKP Provinsi Gorontalo, yang mencacat setidaknya ada Rp. 1.368.435.000.000 kerugian keuangan negara dalam kasus mangkraknya Gedung DPRD Kab. Gorontalo itu.

Asisten Intelejen Ardito Muwardi (Kiri), Asisiten Pidana Khusus Farhan (Tengah) dan Anggota TIm Perkara Gorr Marcelo Bellah (Kanan), saat menerima masa aksi di Kantor Kejaksaan Tinggi Gorontalo

 

“ Terhadap proyek pembangunan gedung DPRD Kab.Gorontalo sekarang progres penyidikannya sudah 95 persen, tinggal menunggu BAP ahli BPKP. Terkait kerugian negara bedasarkan release atau laporan hasil yang dilakukan BPKP Provinsi Gorontalo sebesar 1.368.435.000 juta, ” jelas Aspidsus Farhan.

Selanjutnya, pada perkara Bansos Bone Bolango yang hingga kini belum adanya penetapan tersangka, Farhan menjelaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan. Didepan masa aksi Farhan memperlihatkan hasil dokumen perkembangan penyelidikan kasus Bonbol, namun untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut pihaknya belum bisa mengekspos isi dokumen tersebut.

“ Perlu kami sampaikan bahwa perkara itu belum tahap penyidikan melainkan baru memasuki tahap penyelidikan, kami disini dan tim penyelidik telah sedemikian rupa dan sudah sangat masksimal dalam melakuakan analisa dan pembuktian, serta memeriksa beberapa pihak terkait, dan bukti hasil penyelidikannya sudah ada, ” Jelas Farhan sambil memperlihatkan dokumen penyelidikan tersebut.

Dalam hearing asprirasi ini, Kejaksaan Tinggi Gorontalo menghimbau kepada seluruh pihak untuk bersama-sama menjadi bagian penyalur informasi terkait kasus-kasus yang ditangani oleh pihak Kejaksaan Tinggi Gorontalo.

“ Kami juga memohon agar informasi ini disampaikan kepada masyarakat secara utuh, termasuk kerugiannya, perkembangannya, sebab ini juga adalah tanggung jawab kita semua bahwa masih ada simpang siur dimasyarakat,”  Pinta Farhan.

Selanjutnya, untuk mendukung selesainya penanganan berbagai perkara Kejaksaan Tinggi Gorontalo meminta kepada berbagai pihak untuk memberikan data pendukung sebagai penunjang dari penyelesaian kasus di Kejaksaa Tinggi Gorontalo. Hal ini menurut Farhan sangat penting guna mempercepat perkara yang sudah meresahkan masyarakat di Gorontalo.

Asisten Pidana Khusus Farhan, saat memperlihatkan berkas penanganan perkara yang menjadi tuntutan masa aksi.

“ Kami merasa sangat terhormat jika ada yang dapat memberikan informasi terkait perkara yang ditangani Kejaksaan Tinggi, tapi kembali saya sampaikan kepada rekan-rekan sekalian kalau ingin membuat laporan sekiranya ada data pendukung yang komperhensif dan detail, ” himbau Farhan.

Terkait penetapan Kasus GORR yan dinilai tak memuaskan dan prematur di beberapa kalangan, Farhan menjelaskan bahwa sebelum melakukan penetapan 4 tersangaka kasus GORR, pihaknya telah melalui mekanisme yang sangat panjang dengan waktu selama 3 tahun. Namun demikian pihaknya terus melakukan penyidikan dan meminta kepada semua pihak untuk bersama-sama mengawasi dan membantu kerja Kejati Gorontalo dalam mengusut kasus tersebut.

“ Bahwa dalam perkara GORR, kita telah menetapakan 4 tersangka awal. tentunya penetapan 4 tersangka itu bukan serta merta apalagi dibilang prematur. Sebab penetapannya dilakukan dengan penyidikan waktu yang lama dan panjang, kami mensuport kepada rekan-rekan semua untuk sama-sama mengawal kasus ini,” Terang Farhan.

Terakhir, Farhan meminta kepada seluruh masyarakat dan berbagai pihak untuk bersabar. Kata Farhan, seperti apa yang disampaikan oleh Kepala Kejaksaa Tinggi Gorontalo diwaktu sebelumnya, bahwa penegakan hukum butuh proses dan bukan seperti industri yang mengejar hasil produksi.

“ Meminjam penjelasan Pak Kajati bahwa penegakan hukum bukan seperti industri yang mungkin ada bahan baku, dicetak, besok cetak dan besoknya jual, bukan seperti itu. Penegakan hukum bukanlah seperti industri maka butuh proses,” Tutup Farhan. (mg7)

469 kali dilihat, 15 kali dilihat hari ini

Berita Terkait Lainnya