Mata Kabgor

Wabah Anthrax ‘Menyerang Kembali’ Kabupaten Gorontalo, Ini Tindakan Dikes dan Keswan

Mata Gorontalo (Mata Kabgor) – Terkait dengan adanya informasi penyebaran Bakteri Anthraks di desa bakti Kecamatan pulubala,  yang hingga saat ini telah memakan sejumlah 3 korban dari 20 Orang yang mengkonsumsi daging kambing yang diduga terkontaminasi anthrax ini pun langsung ditindak lanjuti oleh Dinas Kesehatan dan Peternakan Kabupaten Gorontalo.

Kepada mata Gorontalo, Dinas Peternakan dan Keswan Kabupaten Gorontalo Zulkifli Kau mengatakan bahwa pihaknya dikejutkan atas informasi tersebut. Pasalnya, Zulkifli sebelumnya belum mendapatkan informasi atau penyampaian dari pihak Pemerintah Desa dan Kecamatan terkait penyebaran bakteri yang sangat mematikan itu.

“ Awalnya kami terkejut dengan adanya informasi anthraks ini karena sebelumnya tidak pernah ada informasi atau penyampaian dari pihak kecamatan/desa yang mengabarkan hal ini, namun  setelah mendapatkan informasi ini pagi tadi tim kami sudah turun lapangan untuk melakukan pengecekan dan vaksinasi terhadap beberapa ternak yang ada di sekitaran yang diduga menjadi tempat wabah antraks tersebut “. Jelas Zulkifli.

Gabungan Tim Dinas Kesehatan dan Keswan Kabupaten, Saat meninjau lokasi kandang hewan ternak yang terinfeksi bakteri Anthrax

Zulkifli memastikan bahwa dengan adanya tindakan yang sudah dilakukan oleh pihaknya, maka kejadian tersebut kata Zul tidak akan terulang lagi.

“Kedepannya kami akan memastikan kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi.”Tambah Zul

Secara terpisah Kadis Kesehatan kabupaten Gorontalo Roni Sampir melalui pesan WhatsApp nya  mengatakan dan membenarkan bahwa kini beliau dan tim sementara turun lapangan melihat langsung lokasi yang diduga tempat antraks dan sudah mengidentifikasi korban.

” ada 20 orang makan daging kambing yang terinfeksi bakteri Anthrax itu, Yang sudah kena gejala anthrax ada3 orang, 1 orang sudah sembuh dan 1 orang di rawat di Rumah Sakit. Sementara 1 orang lagi telah berobat ke puskes pulubala tadi pagi.” Jelas Roni.

Adapun tindakan yang akan segera dilakukan oleh pihak Dinas Kesehatan, Oleh Roni mengatakan bahwa kedepannya akan mengantisipasi dengan melakukan sosialisasi dan penyuluhan terkait bagaimana mencegah agar ternak tidak terjangkit bakteri yang bisa membunuh orang dewasa itu.

” Upaya berikut yang akan kami lakukan adalah, melakukan penyelidikan epidemioligi, Melakukan penyuluhan, Melakukan pelayanan kesehatan bagi penderita, berkoordinasi dengan lintas terkait dalam hal ini Dinas peternakan,Rumah Sakit dan seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Gorontalo. Sambung Ronie melalui pesan WhatsAppnya. (mg4)

147 kali dilihat, 9 kali dilihat hari ini

Berita Terkait Lainnya